Trestle Pelabuhan Tanjung Buton Ambruk, Aktivitas Kepelabuhanan Dihentikan Sementara

SIAK– Aktivitas Pelabuhan Umum Tanjung Buton di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) terhenti mendadak setelah sebagian trestle pelabuhan ambruk. Polres Siak bergerak cepat melakukan monitoring dan mitigasi keselamatan untuk memastikan tidak ada korban serta mencegah risiko lanjutan di lokasi kejadian.

Monitoring dilakukan Polres Siak bersama instansi terkait pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan, dan dampak yang ditimbulkan akibat terputusnya struktur trestle pelabuhan tersebut.

Kepala Wilayah Kerja KSOP Pelabuhan KITB menjelaskan, peristiwa ambruknya trestle terjadi sehari sebelumnya, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.42 WIB. Kejadian berlangsung setelah kegiatan pengapalan MV Cosmic Tiger selesai dilaksanakan sesuai prosedur, dan trestle dalam kondisi tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat.

Saat kejadian, di area trestle terdapat satu unit mobil Toyota Avanza dan satu unit sepeda motor Yamaha Gear yang digunakan teknisi untuk kegiatan pemeliharaan conveyor. Meski demikian, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, serta tidak berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran.

Sebagai langkah pengamanan, seluruh aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Umum Tanjung Buton dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sambil menunggu pemeriksaan teknis menyeluruh oleh Tim Direktorat Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan.

Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat begitu menerima informasi kejadian. “Begitu menerima informasi, kami langsung menurunkan personel untuk melakukan monitoring, pengamanan, dan koordinasi lintas instansi. Yang terpenting adalah memastikan tidak ada korban serta mencegah masyarakat atau pekerja mendekati area berbahaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut. Polres Siak, kata dia, siap mendukung proses pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh instansi berwenang hingga pelabuhan dinyatakan aman untuk kembali beroperasi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Siak AKP A. Ramadhan, S.H., M.Si menyebut pihaknya turut melakukan pengamanan dan pengendalian aktivitas di sekitar kawasan pelabuhan. “Kami telah memasang plang larangan masuk, melakukan pengamatan terhadap struktur trestle, serta berkoordinasi dengan KSOP dan para pengguna jasa pelabuhan. Saat ini juga masih dilakukan pencarian satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang terdampak ambruknya trestle,” kata Ramadhan.

Hingga monitoring berakhir sekitar pukul 15.30 WIB, situasi di Kawasan Industri Tanjung Buton terpantau aman dan terkendali. Tidak terlihat aktivitas bongkar muat di pelabuhan, dan Polres Siak mengimbau seluruh pihak mematuhi rambu serta pembatas yang telah dipasang sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis resmi.(LI)

TERKAIT