UMKM Meranti GARISA Keripik Tempe Sagu Tembus Pasar Malaysia, Berawal dari Modal Rp2 Juta

MERANTI — Berawal dari keisengan membuat sajian untuk Hari Raya Idul Fitri, Laili Hanifah, warga Desa Mantiasa, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, berhasil mengembangkan GARISA, keripik tempe sagu yang kini dipasarkan hingga Malaysia.

Usaha itu dirintis pada awal Ramadan 2023. Semula, Laili hanya membuat keripik tempe sagu untuk kebutuhan keluarga. Namun, setelah suaminya mengunggah produk tersebut melalui status WhatsApp, seorang kerabat meminta sampel. Respons positif dari percobaan itu berlanjut menjadi pesanan untuk kebutuhan Lebaran.

"Awalnya hanya iseng membuat untuk persiapan Idul Fitri. Kemudian suami posting di story WhatsApp. Ada teman suami yang minta tester, kami kasih. Ternyata setelah mencoba, mereka langsung pesan untuk Idul Fitri," kata Laili.

Dari situ, Laili mulai membuka sistem pemesanan. Pesanan perdana mencapai sekitar 25 kilogram. Berbekal modal awal sekitar Rp2 juta, ia mengembangkan usahanya secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas produksi terhadap permintaan pasar.

Saat ini, GARISA diproduksi empat hingga lima kali dalam sebulan. Dalam setiap proses produksi, Laili mampu menghasilkan sekitar 8 hingga 10 kilogram keripik tempe sagu. Pada 2026, produksi tertinggi yang pernah dicapai mencapai 62 kilogram. Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp85 ribu per kilogram dan menghasilkan omzet rata-rata Rp3,4 juta per bulan.

Pasar GARISA pun terus meluas. Selain melayani konsumen di Kepulauan Meranti, produk itu kerap dibawa sebagai oleh-oleh ke berbagai daerah seperti Jawa, Pekanbaru, Dumai, Kepulauan Riau, hingga Malaysia.

Menurut Laili, permintaan dari luar daerah menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas sekaligus mengembangkan produk berbahan baku sagu, komoditas unggulan Kepulauan Meranti.

Perjalanan GARISA juga mendapat dukungan dari Rumah BUMN Kepulauan Meranti. Fasilitator Rumah BUMN Kepulauan Meranti, Putri Maysora, mengatakan pihaknya bersama PLN memberikan bantuan pada 2024 berupa 1.000 kemasan, mesin pemotong, alat peniris minyak (spinner), bahan baku, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha.

"Dengan dukungan itu, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produksi dan memperluas usahanya. Harapannya, tetap semangat dan produktif," ujar Putri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, GARISA menjadi contoh bahwa pelaku usaha lokal mampu menciptakan produk bernilai tambah melalui pemanfaatan bahan baku dan potensi daerah. "Keberadaan pelaku usaha seperti GARISA menunjukkan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu mengolah potensi lokal menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual," katanya.(Adv)

 

 

 

TERKAIT