Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter untuk Perkuat Penanganan Karhutla

INHIL — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menormalisasi parit sepanjang sekitar 600 meter di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, untuk membuka akses sumber air bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Harian Bupati Inhil, Yuliantini, meninjau pengerjaan tersebut pada Ahad, 6 September 2026. Normalisasi parit menggunakan alat berat berupa ekskavator itu dilakukan untuk memperlancar akses petugas menuju sumber air di kawasan rawan kebakaran.

IMG-20261020-WA0021.jpg

“Alhamdulillah, sesuai dengan rencana kita kemarin untuk mencari sumber air dalam penanganan karhutla, hari ini sudah ada ekskavator. Kita lakukan dengan membuat atau menormalisasi parit kurang lebih 600 meter,” kata Yuliantini saat meninjau lokasi.

Menurut Yuliantini, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran lahan. Akses yang lebih mudah diharapkan membantu petugas memperoleh air saat melakukan pemadaman.

Ia berharap pengerjaan tersebut memberikan hasil optimal di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Yuliantini juga berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi ancaman kebakaran.

Dalam kunjungan itu, Yuliantini turut memeriksa kondisi dan kesiapan personel yang masih menangani karhutla di lapangan. Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, relawan, tenaga kesehatan, organisasi perangkat daerah, serta unsur lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang sampai hari ini masih terus bekerja dan berjuang menangani karhutla. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Yuliantini juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang turut membantu penanganan karhutla. Menurut dia, dukungan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat upaya penanggulangan kebakaran, terutama selama musim kemarau.

Selain penanganan di lapangan, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan bahwa kebakaran lahan berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebakaran lahan ini merugikan kita semua. Lingkungan terdampak, kesehatan terdampak, ekonomi juga terdampak,” kata Yuliantini.

Pemerintah Kabupaten Inhil berharap kerja sama antara pemerintah daerah, aparat, relawan, masyarakat, dan pihak terkait terus diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau.(Adv)

 

TERKAIT