E-Ticketing RoRo Bengkalis Tinggal Menunggu Persetujuan Kemendagri dan DPRD
BENGKALIS – Penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di layanan penyeberangan RoRo Bengkalis semakin mendekati tahap pelaksanaan. Setelah mekanisme kerja sama dinyatakan sesuai ketentuan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis kini menunggu hasil konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelum diajukan untuk mendapat persetujuan DPRD Bengkalis.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan seluruh tahapan terus dipercepat agar layanan e-ticketing yang telah lama direncanakan dapat segera diterapkan.
"Setelah rapat bersama DPRD Bengkalis, kami melakukan konsultasi dengan Bagian Hukum Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah pemangku kepentingan. Hasilnya, mekanisme kerja sama yang kami siapkan dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan," kata Ardiansyah, Sabtu (4/7/2026).
Selain berkonsultasi dengan pemerintah provinsi, Dishub Bengkalis juga meminta masukan kepada Kementerian Perhubungan. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, skema kerja sama dinilai telah sesuai. Namun, Kementerian Perhubungan menyarankan agar pengelolaan layanan penyeberangan ke depan menggunakan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Saran dari Kementerian Perhubungan adalah agar pembentukan BLUD segera diproses sehingga pengelolaan layanan menjadi lebih baik dan profesional," ujar Ardiansyah.
Saat ini, Dishub Bengkalis masih menunggu jadwal konsultasi dari Kemendagri. Surat permohonan konsultasi telah disampaikan dan menjadi tahapan terakhir sebelum usulan kerja sama dibawa ke rapat paripurna DPRD Bengkalis.
"Apabila konsultasi dengan Kemendagri telah selesai, kami akan melanjutkan ke rapat paripurna DPRD Bengkalis untuk memperoleh persetujuan pelaksanaan kerja sama e-ticketing," katanya.
Penerapan sistem tiket elektronik diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan RoRo Bengkalis. Selain mengurangi antrean pembelian tiket secara manual, sistem ini juga dinilai mampu memberikan kepastian jadwal bagi pengguna jasa, terutama masyarakat yang datang dari luar daerah.
Salah seorang pengguna jasa penyeberangan asal Sumatera Barat, Buyung, menyambut baik rencana tersebut. Menurut dia, sistem pemesanan tiket secara daring akan mempermudah perjalanan dan mengurangi waktu tunggu di pelabuhan.
"Kalau sudah bisa pesan tiket secara online tentu jauh lebih mudah. Kami dari luar daerah tidak perlu lagi datang lebih awal hanya untuk mengantre. Lebih praktis, hemat waktu, dan perjalanan juga lebih pasti," ujarnya.
Digitalisasi layanan penyeberangan juga diperkirakan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan pelabuhan, terutama pada musim libur dan hari besar ketika jumlah penumpang meningkat.
Apabila seluruh tahapan administrasi dan regulasi dapat diselesaikan sesuai rencana, sistem e-ticketing di penyeberangan RoRo Bengkalis diharapkan segera diterapkan untuk mendukung layanan yang lebih modern, transparan, efisien, dan mudah diakses masyarakat.(AC)










Tulis Komentar