BPS: Inflasi Tembilahan Capai 6,17 Persen, Tertinggi di Provinsi Riau
INHIL- Tekanan inflasi kian terasa di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, lonjakan harga sejumlah kebutuhan justru menempatkan Tembilahan sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Provinsi Riau pada akhir 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat inflasi year on year (y-on-y) Tembilahan pada Desember 2025 mencapai 6,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,45. Angka ini melampaui seluruh kabupaten dan kota lain di Riau. Sebaliknya, Kota Dumai menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 4,24 persen dengan IHK 112,24.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Inflasi Tembilahan Desember 2025 yang digelar BPS Inhil di Aula Kantor Bappeda Inhil, Senin (5/1/2026). Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhil, H. Dwi Budiyanto, yang hadir mewakili Bupati Indragiri Hilir, H. Herman.
Kepala BPS Inhil, Zulyadi, SST., M.Si., menjelaskan bahwa tingginya inflasi dipicu oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. “Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan paling signifikan, yakni mencapai 24,3 persen,” ujar Zulyadi dalam pemaparannya.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan andil besar terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 9,08 persen. Kenaikan harga juga tercatat pada kelompok kesehatan sebesar 2,25 persen dan pendidikan sebesar 2,01 persen.
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,4 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,39 persen. Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat naik sebesar 0,7 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,68 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,22 persen. Di tengah tren tersebut, hanya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.
Kegiatan press release inflasi ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(DD)










Tulis Komentar