Police Go To School, Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas dan Green Policing kepada Pelajar

PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada kalangan pelajar melalui program Police Go To School. Kali ini, kegiatan digelar di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Jumat(17/07), sebagai upaya membangun budaya disiplin berlalu lintas sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.15 hingga 09.00 WIB itu dipimpin Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril bersama personel Subdit Kamsel. Para siswa mendapat pembekalan mengenai etika berlalu lintas, pentingnya mematuhi rambu dan aturan jalan, batas usia berkendara, serta pentingnya disiplin sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Materi disampaikan secara interaktif agar siswa memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya kewajiban individu, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam kesempatan itu, Ditlantas Polda Riau juga membagikan helm berstandar SNI, tumbler, dan buku panduan keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar.

Sebagai bagian dari implementasi Program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, siswa yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menerima bibit tanaman buah. Pemberian bibit tersebut menjadi simbol ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

AKBP Dasril mengatakan program Police Go To School merupakan langkah preventif kepolisian untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini. Menurut dia, pendidikan dan pembinaan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sadar hukum dan bertanggung jawab.

"Kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap kehidupan. Jangan mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki kompetensi berkendara. Jadilah pelajar yang disiplin, menjadi contoh bagi teman-teman, serta selalu mengutamakan keselamatan di mana pun berada," kata Dasril.

Ia menambahkan pendekatan edukatif akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Provinsi Riau.

"Melalui Program Green Policing yang diinisiasi Bapak Kapolda Riau, kami juga ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para pelajar. Keselamatan berlalu lintas dan kecintaan terhadap alam merupakan dua nilai yang harus tumbuh bersamaan agar lahir generasi yang bertanggung jawab terhadap sesama maupun lingkungan," ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika menegaskan pembentukan budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Menurut dia, pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci menciptakan generasi pelopor keselamatan.

"Keselamatan berlalu lintas adalah budaya yang harus ditanamkan sejak dini. Ketika para pelajar memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab di jalan raya, mereka akan tumbuh menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Sejalan dengan Program Green Policing, kami ingin membangun generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari masa depan Riau yang aman, hijau, dan berkelanjutan," ujar Jeki.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Budimansyah mengapresiasi program edukasi yang diberikan Ditlantas Polda Riau. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti sesi edukasi dan berdialog dengan petugas. Mereka juga menyatakan komitmennya untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui program Police Go To School, Ditlantas Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu membangun budaya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sekaligus melahirkan generasi yang disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab.(DI)

 

TERKAIT