Doa Bersama Pembangunan Jembatan Presisi Polri di Pelalawan, Ini Harapan Warga
PELALAWAN — Kepolisian Sektor Pangkalan Kuras menggelar doa bersama pembangunan Jembatan Presisi Polri di Kampung Melati, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses perbaikan jembatan yang selama ini rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldy Parlindungan, SH, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal akses transportasi dan keselamatan.
“Pembangunan Jembatan Presisi Polri ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga,” ujar Rinaldy dalam sambutannya.
Doa bersama tersebut turut dihadiri Danramil 04 Pangkalan Kuras yang diwakili Peltu Saragih, Camat Pangkalan Kuras yang diwakili Staf Kecamatan H. Syarifudin, M.Si., Kanit Sabhara Polsek Pangkalan Kuras AKP Ahmad Haris, Panit I Lantas Polsek Pangkalan Kuras IPDA Rudi Butarbutar, SH, Sekretaris Kelurahan Sorek Satu Maria Helmi, SH, serta Ketua Forum RT/RW Kelurahan Sorek Satu M. Haris.
Doa dipimpin oleh H. Isman Mahayadi dengan harapan proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.
Ketua Forum RT/RW Kelurahan Sorek Satu, M. Haris, menyampaikan apresiasi kepada Polri atas perhatian yang diberikan terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap jembatan tersebut dapat segera rampung dan digunakan oleh warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena kondisinya sudah lama rusak,” kata Haris.
Jembatan Presisi Polri tersebut dibangun di dua titik, yakni di Lingkungan Pasar Kampung Melati RT 001 RW 007 Kelurahan Sorek Satu dengan koordinat 0°8'2,28'' LU dan 102°34'1,526'' BT, serta di Lingkungan Kampung Melati RT 003 RW 013 Kelurahan Sorek Satu dengan koordinat 0°8'2'' LU dan 102°3'41'' BT.
Selama ini, kondisi jembatan mengalami kerusakan dan sering terjadi penyumbatan aliran air, sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Pada hari pertama pengerjaan, kegiatan difokuskan pada pembongkaran jembatan lama, pembersihan alur Sungai Tahe, pembuatan akses jalan alternatif sementara, serta pengalihan aliran air sungai.
Kegiatan doa bersama dan peninjauan lokasi pembangunan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
---
Kalau ingin **lebih singkat**, **versi rilis humas Polri**, atau **disesuaikan untuk media online lokal**, bilang saja—nanti saya rapikan lagi ?










Tulis Komentar