PHR Perkuat Ketahanan Pangan Warga Air Jamban Lewat Greenhouse
BENGKALIS — Lahan yang dulu gersang di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, kini berubah menjadi hamparan hijau produktif. Di balik perubahan itu, ada peran 24 perempuan yang tergabung dalam kelompok Puteri Proklim Melayu Lestari.
Ketua PKK Kelurahan Air Jamban, Dian Afri Jayanti, menjadi motor penggerak kelompok tersebut. Di sela kesibukannya, ia rutin memantau bedengan sawi, memeriksa daun tanaman, dan memastikan sistem penyiraman berjalan baik, terutama saat cuaca tidak menentu.
Beberapa tahun lalu, kondisi berbeda dialami warga. Musim kemarau menyebabkan tanah mengeras dan sumber air terbatas. Upaya menanam sayuran seperti bayam, kangkung, dan timun kerap berakhir gagal panen.
“Dulu kami mencoba menanam sayur untuk kebutuhan dapur, tetapi sering tidak berhasil. Tenaga sudah dikeluarkan, hasilnya belum maksimal,” ujar Dian mengenang.
Keterbatasan pengetahuan tentang pengelolaan air, pemilihan bibit, dan pola tanam menjadi tantangan tersendiri. Perubahan cuaca turut memengaruhi produktivitas pekarangan warga.
Harapan mulai tumbuh ketika PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan dukungan fasilitas dan pendampingan. Satu unit greenhouse berkapasitas sekitar 1.000 lubang tanam dibangun. Sumur bor dan pompa air juga disediakan untuk mendukung ketersediaan air.
Tidak hanya fasilitas, kelompok ini juga mendapatkan pelatihan budidaya dan manajemen pertanian skala pekarangan. Para anggota mempelajari teknik pengolahan tanah, perawatan tanaman, hingga pengaturan rotasi tanam agar panen lebih terjadwal.
Dian mengatakan, pada tahap awal, tantangan masih muncul. Namun kelompok memilih konsisten melakukan evaluasi dan perbaikan. “Keberhasilan membutuhkan proses. Yang penting kami terus belajar dan tidak berhenti mencoba,” ujarnya.
Kini, sistem rotasi tanam diterapkan sehingga panen dapat dilakukan satu hingga tiga kali dalam sepekan. Jenis tanaman yang dibudidayakan antara lain bayam hijau, bayam merah, kangkung, timun, dan terong. Sebagian ditanam di greenhouse, sebagian lagi di lahan terbuka sesuai karakter tanaman.
Perubahan tersebut berdampak pada ketahanan pangan keluarga. Anggota kelompok mengaku dapat menghemat sekitar 10 hingga 20 persen belanja sayur bulanan. Selain itu, hasil penjualan panen turut menambah kas kelompok hingga jutaan rupiah per bulan, serta memberikan tambahan pendapatan bagi sejumlah anggota.
“Kebun ini bukan hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga membantu ekonomi keluarga. Kami juga menanam tanaman herbal untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Dian.
Dampak program turut mendorong partisipasi warga lain. Sedikitnya 10 warga di luar kelompok inti mulai mengikuti praktik menanam di pekarangan masing-masing.
Manager Community Involvement & Development PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membangun kapasitas masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari perubahan perilaku dan kemandirian warga.
Ke depan, Kelurahan Air Jamban diarahkan menjadi Kampung Proklim percontohan dengan rencana pengembangan tanaman buah dan penguatan akses pasar lokal. Warga berharap upaya yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang.(DI)










Tulis Komentar