Korban Penganiayaan Mahasiswi UIN Suska Dapat Pendampingan Psikologis dari Polda Riau
PEKANBARU— Polda Riau melalui Bagian Psikologi Biro SDM memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada korban penganiayaan mahasiswi UIN Suska Riau, Jumat(27/02).
Kegiatan berlangsung sejak pukul 11.00 WIB di RSUD Arifin Achmad, tempat korban masih menjalani perawatan medis.
Pendampingan dilakukan langsung oleh Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau, AKBP Dr. Winarko, M.Psi., Psikolog, bersama tim. Dalam sesi tersebut, tim menggunakan pendekatan *Post Traumatic Stress Disorder* (PTSD) untuk mengidentifikasi gejala trauma pascakejadian sekaligus memberikan penanganan awal.
Metode ini diterapkan untuk membantu korban mengelola respons emosional akibat kekerasan yang dialaminya. Tim psikologi berupaya menekan kecemasan dan ketakutan, mengurangi munculnya kembali bayangan peristiwa, serta membangun rasa aman dan kepercayaan diri korban. Dukungan keluarga juga diperkuat sebagai sistem pendamping utama selama proses pemulihan.
Selain mendampingi korban, tim memberikan edukasi kepada keluarga mengenai dampak psikologis yang mungkin muncul. Keluarga dibekali pemahaman tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau menyatakan, pendampingan ini bertujuan memastikan pemulihan berjalan optimal sehingga korban dapat kembali menjalani aktivitas akademik dan sosial secara bertahap.
Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis korban. “Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen kami menghadirkan pelayanan yang humanis dan profesional,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Polda Riau menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan menyeluruh, termasuk pendampingan psikologis, bagi korban tindak kekerasan.(DI)










Tulis Komentar