Tradisi Ramadan, Festival Lampu Colok Bengkalis 2026 Dipastikan Tetap Digelar

BENGKALIS — Tradisi lampu colok yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di Kabupaten Bengkalis kembali menyemarakkan malam Ramadan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Bengkalis memastikan Festival Lampu Colok 2026 tetap digelar meskipun pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, saat dikonfirmasi, Jumat(06/03).

“Perlombaan Festival Lampu Colok yang merupakan agenda tahunan di Kabupaten Bengkalis tetap dilaksanakan pada tahun 2026 ini sesuai instruksi Bupati Bengkalis, Kasmarni,” kata Edi.

Menurut Edi, tradisi lampu colok telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bengkalis, khususnya saat bulan Ramadan. Karena itu, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Meski demikian, pelaksanaan festival tahun ini menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, pendaftaran peserta lomba lampu colok 2026 telah dibuka mulai Jumat hingga Sabtu melalui laman resmi Disparbudpora Bengkalis.

“Peserta dapat mendaftarkan diri melalui website resmi Disparbudpora Bengkalis mulai hari ini,” ujarnya.

Terkait hadiah lomba, Edi mengakui terjadi penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu total anggaran hadiah mencapai sekitar Rp39 juta, maka pada tahun ini jumlahnya mengalami pengurangan.

“Untuk hadiah bagi pemenang festival lampu colok memang mengalami pengurangan karena efisiensi anggaran. Tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai Rp39 juta,” katanya.

Kendati hadiah berkurang, Edi meyakini antusiasme masyarakat untuk mempertahankan tradisi lampu colok tidak akan surut. Pihaknya bahkan berencana mengunjungi sejumlah lokasi pemasangan lampu colok yang dibuat oleh masyarakat.

Lokasi terbaik nantinya akan dipilih sebagai tempat pembukaan festival. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri langsung oleh Bupati Bengkalis, jika tidak ada halangan.

Sementara itu, penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba dijadwalkan berlangsung pada malam halal bihalal setelah Hari Raya Idulfitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah.

Edi menegaskan, lampu colok merupakan warisan budaya masyarakat yang juga tercatat sebagai warisan budaya tak benda.

“Tradisi lampu colok ini merupakan warisan budaya masyarakat. Kami percaya tradisi ini tidak akan hilang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Festival lampu colok selama ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyemarakkan budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kreativitas masyarakat dalam menciptakan berbagai bentuk instalasi lampu colok yang unik dan menarik sepanjang bulan Ramadan.(Adi)

 

TERKAIT