Sambut Ramadan, Bupati Kampar Resmikan Event Balimau Kasai di Pulau Kasiak
KAMPAR— Bupati Kampar Ahmad Yuzar membuka secara resmi Event Wisata Balimau Kasai di lokasi wisata Pulau Kasiak, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Rabu (18/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Sebelum tiba di Pulau Kasiak, Bupati Kampar memulai rangkaian kegiatan dengan prosesi *bailiu* (berhilir) dari Desa Pulau, Kecamatan Bangkinang. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Event Wisata Balimau Kasai di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar.
Bupati Kampar bersama rombongan tiba di Pulau Kasiak menggunakan speed boat dan disambut meriah oleh Kepala Desa Muara Jalai M. Yani serta masyarakat yang telah memadati lokasi wisata. Turut hadir dalam rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Ardi Marsiansya, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kampar.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan wisata Pulau Kasiak.
“Saya selaku Bupati Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar sangat bangga atas pelaksanaan acara ini. Kami berharap Event Balimau Kasai di Pulau Kasiak Desa Muara Jalai dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi masyarakat Kabupaten Kampar maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah ini,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata merupakan salah satu pendekatan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan, khususnya di sektor pariwisata.
Menurutnya, kegiatan Balimau Kasai tidak hanya memiliki nilai budaya dan religi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan.
“Ke depan, kami berharap Event Wisata Balimau Kasai dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan ini dapat dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kampar. Dengan demikian, berbagai sektor ekonomi masyarakat dapat ikut berkembang,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Kampar juga berupaya mendorong agar tradisi Balimau Kasai dapat dikembangkan menjadi agenda budaya yang lebih luas.
“Kami akan mengupayakan agar Balimau Kasai yang sarat nilai religi ini dapat berkembang menjadi event berskala nasional sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian cagar budaya. Harapannya, penyelenggaraan tahun depan dapat lebih baik dan lebih sempurna,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para pengunjung.
Berdasarkan penjelasan para ninik mamak setempat, Balimau Kasai merupakan tradisi yang memiliki makna penting bagi masyarakat Kampar. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga bentuk rasa syukur dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Balimau sendiri merujuk pada kegiatan mandi menggunakan air yang dicampur jeruk atau limau. Sementara kasai diartikan sebagai wangi-wangian yang digunakan untuk menyegarkan tubuh. Secara simbolis, tradisi ini dipercaya sebagai bentuk pembersihan diri dari berbagai sifat buruk seperti dengki, amarah, dan perilaku negatif lainnya sebelum memasuki bulan Ramadan.(DW)










Tulis Komentar