Dokter Mogok di RSUD Siak, Layanan Poliklinik Tutup, Pasien Kecewa

SIAK — Halaman RSUD Tengku Rafi’an Siak tampak lebih lengang dari biasanya pada Selasa pagi, (17/03). Namun, di balik suasana yang terlihat tenang, puluhan pasien justru kebingungan. Layanan poliklinik rawat jalan mendadak tutup. Tak satu pun poli spesialis beroperasi.

Sejak pagi, pengumuman penutupan terpampang di area rumah sakit. Sejumlah warga yang datang untuk berobat terpaksa berbalik arah. Mereka yang sudah antre, memilih pulang tanpa kepastian.

Indra, salah satu pasien, mengaku kecewa. Ia datang sejak pagi untuk berobat, namun tidak mendapatkan layanan apa pun.

“Saya sudah datang dari pagi untuk berobat, tapi ternyata poli tutup. TiVdak ada pelayanan, jadi terpaksa pulang,” katanya di halaman rumah sakit.

Situasi serupa dialami pasien lain. Beberapa di antaranya datang dari luar kota, berharap menjalani pemeriksaan rutin. Namun, seluruh poli spesialis tutup. Tidak ada pelayanan pengganti.

Sejumlah pasien terlihat masih berdatangan hingga siang. Mereka berhenti di depan papan pengumuman, membaca sebentar, lalu pergi. Sebagian memilih menunda pengobatan, sebagian lain mencari rumah sakit alternatif.

Penutupan ini dipicu aksi mogok kerja puluhan dokter spesialis berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka memprotes belum dibayarkannya Uang Kelangkaan Profesi yang menjadi hak mereka selama beberapa bulan terakhir.

Akibat aksi tersebut, hampir seluruh layanan poli spesialis lumpuh. Aktivitas di dalam gedung rawat jalan pun nyaris berhenti. Kursi tunggu kosong. Loket pendaftaran tidak beroperasi.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat. Terutama pasien yang memiliki jadwal kontrol rutin dan membutuhkan penanganan dokter spesialis.

“Harapannya cepat selesai. Kasihan masyarakat yang butuh berobat,” ujar seorang keluarga pasien.

Hingga siang hari, belum ada tanda-tanda layanan akan kembali dibuka. Pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait penyelesaian persoalan ini maupun kepastian normalisasi layanan.

Dari pantauan lapangan ada beberapa orang, pasien yang berdatangan ini berobat terpaksa pulang dengan tangan kosong.(LI)

 

TERKAIT