Libur Lebaran, PHR Zona Rokan Pastikan Operasi Migas Tetap Andal 24 Jam
PEKANBARU— PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan memastikan operasional hulu minyak dan gas bumi tetap berjalan optimal selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas produksi energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan seluruh fasilitas produksi di wilayah kerja Rokan beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Perusahaan juga menyiagakan personel di lapangan serta memperkuat pengawasan teknis di seluruh area operasi.
“Operasional di Zona Rokan merupakan urat nadi pasokan energi nasional, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat selama Lebaran. Karena itu, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi secara berkelanjutan,” ujar Andre, Minggu(22/03).
Menurut dia, sejumlah langkah telah dilakukan untuk memastikan kelancaran produksi. Di antaranya inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas produksi sebelum masa libur, serta pengawasan intensif oleh jajaran manajemen dan tim teknis secara berkala.
PHR juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui Digital Innovation Center (DICE) untuk memantau parameter produksi secara real-time. Sistem ini memungkinkan pemantauan terintegrasi sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.
Aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Penguatan standar keselamatan dilakukan di setiap titik operasional guna memastikan kegiatan berjalan aman dan andal.
Selain itu, perusahaan menggelar kegiatan Apresiasi Siaga Lebaran dengan mengunjungi para pekerja di wilayah Rumbai dan Duri, serta memberikan santunan kepada anak yatim.
Salah satu pekerja, Hanifa Aulia Khosyatillah dari tim Plant Operations Minas 5 dan 6, menekankan pentingnya kewaspadaan selama masa libur. “Kewaspadaan harus ditingkatkan agar produksi tetap stabil dan aman. Semua proses harus berjalan sesuai prosedur dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
PHR mencatat peran pekerja dan mitra kerja di lapangan sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi. Pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari pemantauan operasional rutin hingga memastikan seluruh peralatan bekerja optimal.
Zona Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Wilayah kerja ini menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional dan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.
PHR, sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Energi, mengelola wilayah kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Area operasi seluas sekitar 6.200 kilometer persegi ini mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, dengan 80 lapangan aktif, lebih dari 11 ribu sumur, serta 35 stasiun pengumpul.
Selain fokus pada produksi migas, perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.(DI)










Tulis Komentar