Asops Kasdam XIX/TT Turun Langsung, Karhutla Bengkalis Terkendala Lahan Gambut Kering

BENGKALIS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, sejak Senin(06/04) hingga Selasa(07/04), tim gabungan masih melakukan pemadaman intensif untuk mengendalikan api yang terus membakar lahan.

Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Infanteri Rendra Dwi Ardhani memimpin langsung operasi pemadaman di lokasi. Ia menyebut kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare. Selain itu, karakteristik gambut di lokasi memiliki kedalaman cukup dalam.

“Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala utama, antara lain kondisi gambut yang kering dan dalam, sehingga api membara hingga ke lapisan bawah,” kata Rendra, Selasa(07/04).

Ia menjelaskan, api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi juga merambat ke bagian bawah tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan penanganan khusus.

Operasi pemadaman melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, antara lain TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api dan relawan.

Selain pemadaman darat, upaya juga dilakukan melalui jalur udara dengan metode water bombing. Tim udara dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses oleh personel di lapangan.

Sejumlah pejabat turut hadir untuk memastikan koordinasi berjalan efektif. Di antaranya Komandan Satuan Brimob Polda Riau Komisaris Besar Polisi I Ketut Gede Adi Wibawa, Kepala Biro Operasi Polda Riau Komisaris Besar Polisi Ino Harianto, Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letnan Kolonel Infanteri Haris.

Tim gabungan juga menghadapi kendala lain, seperti keterbatasan sumber air di sekitar lokasi dan arah angin yang berubah-ubah. Kondisi tersebut mempercepat penyebaran api ke area lain.

Meski demikian, perkembangan pemadaman dilaporkan mulai menunjukkan hasil. Tim terus mengoptimalkan upaya hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

Satuan tugas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi aktif warga dinilai penting dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Riau.(DI).

 

TERKAIT