Solusi Sampah Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Bangun Insinerator Minim Asap di Bandar Padang
INHU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri mengembangkan insinerator sederhana berbahan bata hebel untuk membantu pengelolaan sampah ramah lingkungan di Desa Bandar Padang. Inovasi ini dirancang untuk meminimalkan asap saat proses pembakaran.
Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Posko KKN Desa Bandar Padang sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi perhatian masyarakat setempat.

Pembangunan insinerator dimulai pada Selasa (07/04), dengan melibatkan partisipasi aktif warga desa. Mahasiswa dan masyarakat bergotong royong menyusun bata hebel menjadi struktur tungku pembakaran yang efisien dan aman digunakan.
Desain insinerator dibuat dengan sistem sirkulasi udara yang optimal sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Dengan metode ini, asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka yang biasa dilakukan warga.
Setelah proses pembangunan rampung, insinerator tersebut diresmikan pada Jumat(10/04). Kegiatan peresmian berlangsung sederhana, namun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir.
Ketua Posko KKN Desa Bandar Padang, Reno Bayu Prabowo, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat mengatasi permasalahan lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Selain itu, kami juga memperhatikan dampak lingkungan agar tetap terjaga,” ujar Reno.

Menurutnya, insinerator ini tidak hanya berfungsi mengurangi volume sampah, tetapi juga diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah agar lebih tertib dan ramah lingkungan.
Masyarakat Desa Bandar Padang menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut. Mereka berharap insinerator minim asap ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus menjaga kualitas udara di lingkungan desa.
Program ini menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat yang menghasilkan inovasi praktis dan berkelanjutan. Ke depan, teknologi serupa diharapkan dapat direplikasi di desa lain guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.










Tulis Komentar