Inhu Canangkan Desa Cantik 2026, Data Desa Jadi Senjata Baru Pembangunan
INHU — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Sabtu, 25 April 2026. Program ini ditujukan untuk memperkuat kualitas data di tingkat desa agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala BPS Inhu, Sumirat, mengatakan pembinaan Desa Cantik tahun ini diperluas ke empat desa, yakni Tanah Datar, Redang, Sungai Baung, dan Danau Tiga. Menurut dia, program tersebut mendorong aparatur desa agar mampu mengelola data secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dengan data yang akurat, kebutuhan masyarakat seperti bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga pelayanan publik dapat direncanakan secara lebih tepat,” ujar Sumirat.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data menjadi kunci utama dalam menciptakan perencanaan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Melalui program ini, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga subjek yang aktif dalam menghasilkan dan memanfaatkan data.
Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini akan mendata seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro hingga skala besar.
Sumirat menilai data hasil sensus sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil perekonomian masyarakat. “Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Mewakili Bupati Indragiri Hulu, Asisten Administrasi Umum Riswidiantoro menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program Desa Cantik. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan data secara optimal dalam proses pengambilan kebijakan.
“Data yang dikumpulkan jangan hanya berhenti sebagai arsip, tetapi harus diolah menjadi informasi yang bermanfaat dan digunakan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Riswidiantoro berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BPS dapat terus ditingkatkan, sehingga kualitas data di tingkat desa semakin baik. Dengan demikian, setiap program pembangunan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan.(DS)










Tulis Komentar