Kementan Kucurkan Rp8,7 Miliar ke Siak, 20 Traktor Disalurkan ke Petani
SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 20 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian untuk tahun anggaran 2026. Bantuan senilai Rp8,7 miliar itu diserahkan langsung oleh Bupati Siak, Afni Z, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di empat kecamatan.
Penyaluran bantuan difokuskan pada kelompok tani aktif yang memiliki lahan pertanian luas, yakni di Kecamatan Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit, dan Sungai Mandau. Distribusi alsintan ini merupakan upaya memperkuat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung target swasembada pangan di daerah.
Afni menyampaikan apresiasi kepada para penerima bantuan. Ia menyebutkan, bantuan tersebut merupakan realisasi janji pemerintah pusat yang disampaikan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kita dapat lebih cepat. Ini realisasi dari janji Menteri Pertanian yang disampaikan tahun lalu. Bahkan kita mendapat tambahan dua unit lagi. Tentu kami berterima kasih,” kata Afni di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Siak, Rabu (29/4/2026).
Menurut Afni, bantuan ini menjadi bukti konkret perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah. Ia juga menilai, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam memperjuangkan kebutuhan petani di Kabupaten Siak.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat. Ia memastikan bantuan alsintan akan terus diupayakan.
“Bantuan ini bukan yang terakhir. Kita masih terus berjuang. Kita mengusulkan lebih dari 300 unit alsintan. Yang terealisasi hari ini sekitar 30 unit secara bertahap. Insyaallah masih ada lagi,” ujarnya.
Selain itu, Afni menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan air di wilayah sentra produksi seperti Bungaraya dan Sabak Auh. Ia menilai keterbatasan infrastruktur air menjadi tantangan serius yang memerlukan solusi jangka panjang.
“Kita terus mencari solusi konkret terkait persoalan air, terutama di wilayah dengan sawah luas. Kita minta bantuan pompanisasi karena sumur yang ada hanya mampu mengairi sekitar 10 hektare,” katanya.
Afni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), pemerintah kecamatan, dinas teknis, hingga penyuluh pertanian. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga rantai pasok pangan sekaligus mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta seluruh pihak memastikan kepastian serapan hasil pertanian oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, kepastian pasar menjadi kunci agar produksi petani tidak terhambat.
“Kita harus sinkronkan pola tanam dengan kebutuhan pangan di lapangan,” ujarnya.
Afni turut mengingatkan petani dan penyuluh untuk mewaspadai potensi musim kemarau panjang dan ancaman El Nino yang dapat mempengaruhi produksi pangan. Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dan pendampingan di lapangan.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah akan menggali informasi langsung dari petani guna merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.(LI)










Tulis Komentar