Siak Perkuat Perang Melawan Narkoba, Kapolres Tekankan Sinergi Hingga Tingkat Desa

SIAK — Komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mewujudkan wilayah bersih narkoba (Bersinar) kian diperkuat. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Kabupaten Siak Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Zamrud, Kompleks Rumah Rakyat Siak, Kamis (30/4/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar. Kegiatan dilaksanakan usai apel pengukuhan Satgas Anti Narkoba Tahun 2026.

Dalam forum itu, Kapolres menegaskan pentingnya menyatukan persepsi serta memperkuat strategi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di seluruh wilayah Siak.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan kita ada pada persamaan persepsi dan aksi nyata di lapangan,” ujar Sepuh Ade dalam arahannya.

Rakor turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, unsur TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, serta organisasi masyarakat dan pegiat anti-narkoba. Hadir mewakili Bupati Siak, Staf Ahli Bidang Hukum Tengku Amri menyampaikan dukungan dan optimisme pemerintah daerah terhadap upaya pemberantasan narkoba.

Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan peredaran narkotika yang dinilai semakin kompleks dan terorganisir.

Dalam rapat tersebut, Satgas menetapkan lima fokus utama pada 2026. Pertama, memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Kedua, mendorong aksi berjenjang hingga tingkat desa melalui pembentukan Satgas P4GN dan optimalisasi posko terpadu di kampung tangguh narkoba.

Ketiga, penerapan kebijakan berbasis data dengan memanfaatkan hasil riset Badan Narkotika Nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025. Keempat, pelibatan generasi muda melalui program Desa Bersinar dan pembentukan duta anti-narkoba di sekolah.

Adapun fokus kelima adalah menjaga keseimbangan antara penindakan hukum dan upaya rehabilitasi bagi pengguna narkotika.

Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Diskusi interaktif dalam forum tersebut juga menghasilkan berbagai masukan dari masyarakat dan pemuda guna memperkuat implementasi program di tingkat akar rumput.

Pemerintah Kabupaten Siak optimistis, melalui kesepakatan kolektif ini, angka penyalahgunaan narkotika dapat ditekan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda di daerah itu.(LI)

 

TERKAIT