Minyakita Langka dan Mahal di Pekanbaru, Satgas Turun Tangan Bongkar Distribusi

PEKANBARU— Gejolak harga minyak goreng subsidi kembali memicu kegelisahan warga. Di tengah tekanan ekonomi rumah tangga, harga Minyakita justru melambung jauh di atas batas yang ditetapkan pemerintah. Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru pun bergerak cepat, menyisir jalur distribusi hingga ke gudang-gudang distributor.

Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil untuk menelusuri penyebab lonjakan harga Minyakita yang dilaporkan menembus Rp20.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Staf Ahli Wali Kota Pekanbaru Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Jamal, memimpin langsung peninjauan tersebut. Ia mengatakan, sidak ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang menyoroti kenaikan harga bahan pokok.

“Dalam rapat inflasi beberapa hari lalu, disepakati untuk menelusuri penyebab kenaikan harga secara langsung di rantai distribusi. Kami ingin memastikan apakah kendala terjadi di tingkat penyalur atau pada aspek lainnya,” kata Abdul Jamal di sela kegiatan.

Operasi ini melibatkan lintas instansi, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPM-PTSP, hingga Inspektorat. Pengawasan juga diperkuat aparat penegak hukum, yakni personel Tipiter Polresta Pekanbaru dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Dari hasil pemeriksaan di tiga gudang distributor, tim belum menemukan indikasi penimbunan ilegal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan stok Minyakita kosong di sejumlah gudang. Sementara itu, pasokan minyak goreng komersial lainnya terpantau dalam kondisi aman.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinal Husna, menjelaskan bahwa berdasarkan data aplikasi Simirah, terdapat delapan distributor tingkat dua yang menyalurkan Minyakita di wilayah tersebut.

“Kami melakukan pengecekan dengan mengambil sampel pada dua distributor resmi untuk memvalidasi alur distribusi. Pengawasan tidak berhenti di tingkat gudang, tetapi akan dilanjutkan hingga ke pengecer,” ujar Dinal.

Satgas menegaskan akan terus memantau pergerakan distribusi dan harga di pasar. Langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga serta memastikan minyak goreng subsidi tetap tersedia dan dijual sesuai ketentuan pemerintah.(WI)

 

TERKAIT