Tarif RoRo Bengkalis Bakal Naik 17 Persen, Dishub Tunggu Penerapan E-Tiketing

BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis mulai mempersiapkan penyesuaian tarif penyeberangan RoRo lintas Air Putih–Sungai Selari. Namun, kenaikan tarif belum akan diberlakukan sebelum sistem digitalisasi dan E-tiketing resmi diterapkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan saat ini pihaknya masih fokus membenahi fasilitas pelabuhan dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah semua terlaksana, baik perbaikan fasilitas maupun penerapan E-tiketing, baru kita lakukan pembicaraan penyesuaian tarif,” kata Ardiansyah, Senin(11/05).

Menurut dia, secara nasional sudah ada arahan dari Kementerian Perhubungan terkait penyesuaian tarif penyeberangan. Kenaikan tarif tersebut disebut mencapai 17 persen.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum menerapkan kebijakan tersebut karena masih ingin memastikan pelayanan di pelabuhan RoRo berjalan maksimal, termasuk kepastian jadwal keberangkatan dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.

“Saat ini kami masih fokus pada pemaksimalan fasilitas pelabuhan dan penataan jadwal keberangkatan. Kalau pelayanan sudah lebih baik, baru kita bicarakan rencana kenaikan tarif,” ujarnya.

Ardiansyah menjelaskan, penerapan E-tiketing menjadi bagian dari modernisasi pelayanan pelabuhan sekaligus persiapan menuju sistem tarif yang lebih tertata dan transparan.

Ia menyebutkan tahapan penerapan tiket elektronik saat ini terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan pihak ketiga guna mendukung penerapan sistem digital tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Hendra Jeje, menyatakan mendukung penerapan E-tiketing di pelabuhan RoRo Bengkalis. Namun, ia mengingatkan agar rencana kenaikan tarif terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat.

“Komisi II DPRD Bengkalis mendukung penerapan E-tiketing yang sudah dilakukan MoU dengan pihak ketiga. Namun terkait kenaikan tarif, Dishub harus lebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Hendra, peningkatan fasilitas dan kepastian jadwal keberangkatan menjadi hal utama yang harus dibenahi sebelum tarif dinaikkan.

“Pelayanan dan kenyamanan fasilitas paling utama. Jadwal keberangkatan juga harus jelas dan tepat waktu. Kalau pelayanan sudah baik, tentu masyarakat akan mendukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Bengkalis menyebut masih ada dua tahapan yang harus diselesaikan sebelum sistem E-tiketing diterapkan penuh, yakni pengesahan dan persetujuan DPRD Bengkalis serta penandatanganan perjanjian kerja sama operasional.

Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung E-tiketing di pelabuhan juga akan dilakukan sebelum sistem tersebut resmi diluncurkan.

Dishub Bengkalis menargetkan penerapan E-tiketing di Pelabuhan RoRo Bengkalis dapat terealisasi dalam dua bulan ke depan.(AC)

 

TERKAIT