Jemaah Haji Siak Diterpa Cuaca Ekstrem di Madinah, Tim Medis Intensif Lakukan Pendampingan

MADINAH— Sebanyak 257 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Siak dilaporkan dalam kondisi sehat selama berada di Arab Saudi. Meski demikian, cuaca panas dan kering di Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia).

Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, mengatakan suhu udara di Arab Saudi mencapai 42 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi tersebut memengaruhi kesehatan sebagian jemaah yang belum terbiasa dengan iklim gurun.

“Cuaca di sini cukup panas dan kering. Namun sejauh ini kondisi jemaah stabil dan tidak ada yang dirawat,” kata Atika saat dihubungi dari Arab Saudi, Selasa(12/05).

Menurut dia, perbedaan cuaca antara Indonesia yang beriklim tropis lembap dengan Arab Saudi yang panas dan kering menyebabkan sejumlah keluhan kesehatan ringan pada jemaah.

“Sebagian jemaah mengalami kulit kering, gatal-gatal, bibir pecah-pecah, batuk, tenggorokan kering, hidung terasa kering, hingga badan meriang,” ujarnya.

Atika mengatakan tim kesehatan kloter bekerja sama dengan petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan klinik sektor di Arab Saudi untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah, khususnya lansia dan jemaah dengan riwayat penyakit tertentu.

Menurut dia, jemaah lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem karena mudah lelah dan kerap lupa mengonsumsi obat maupun mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

“Karena itu kami terus melakukan pendampingan, edukasi, dan mengingatkan jemaah agar rutin minum air serta membawa obat-obatan pribadi,” kata Atika.

Selain menjalankan ibadah wajib, para jemaah juga telah mengikuti sejumlah kegiatan ziarah di Madinah. Mereka mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, serta beberapa masjid bersejarah di sekitar Madinah. Jemaah juga berkesempatan mengunjungi Museum Biografi Rasulullah.

Atika menambahkan, sebagian jemaah sudah dapat memasuki Raudhah menggunakan aplikasi Nusuk, baik secara mandiri maupun kolektif bagi jemaah yang mengalami kendala penggunaan aplikasi.

“Saat ini jemaah sedang bersiap menuju Kota Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya,” ujarnya.(DI)

TERKAIT