Kampar Bergerak Lawan Narkoba, Kapolres dan BNK Pimpin Apel Besar Satgas Anti Narkoba

KAMPAR— Pemerintah Kabupaten Kampar bersama aparat penegak hukum dan berbagai elemen masyarakat menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Lapangan Mapolres Kampar, Rabu(14/05). Kegiatan ini menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Kampar.

Apel dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., didampingi Kapolres Kampar AKBP Boby Putra R.S., S.I.K.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 0313/KPR Letkol Czi Satriyadi Prabowo, Kajari Kampar Dwianto Prihartono, Danyonif 132 Bima Sakti Letkol Inf. Diyan Mantofani, perwakilan Pengadilan Bangkinang, Kalapas Kelas II A Bangkinang, Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Satpol PP, Dinas Sosial, para camat, hingga jajaran Polres Kampar.

Sebanyak sembilan pleton gabungan turut mengikuti apel, terdiri atas personel TNI, Polri, Satpol PP, BNK Kampar, unsur pemerintah daerah, mahasiswa, dan pelajar. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.

Dalam rangkaian apel, dilakukan pemasangan rompi Satgas Anti Narkoba secara simbolis kepada perwakilan peserta. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan bersama dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten Kampar.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan deklarasi anti narkoba oleh Duta Anti Narkoba Kabupaten Kampar, Nofri Qosdyansyah dan Zafira Kyna Natyaz. Deklarasi itu diikuti seluruh peserta apel sebagai bentuk komitmen melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan pemberantasan narkoba memerlukan tindakan nyata dan kerja sama lintas sektor.

“Kita tidak hanya mengatakan ingin memerangi narkoba, tetapi hari ini membuktikannya melalui langkah konkret. Satgas Anti Narkoba ini menjadi benteng bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” kata Boby dalam amanatnya.

Ia menambahkan, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Menurut dia, sinergi antara TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

“Kami akan terus mempersempit ruang gerak peredaran narkoba, mulai dari pemasok hingga pengedar. Di sisi lain, penyalahguna juga perlu diberikan kesempatan menjalani rehabilitasi,” ujarnya.

Ketua BNK Kampar, Misharti, menyampaikan bahwa upaya melawan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui penindakan maupun pencegahan.

“Kami ingin generasi muda ikut terlibat aktif menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat luas. Karena itu, pelibatan duta anti narkoba menjadi bagian penting dalam gerakan ini,” kata Misharti.

Usai apel, seluruh peserta menandatangani deklarasi anti narkoba sebagai bentuk komitmen bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

BNK Kabupaten Kampar bersama Polres Kampar memastikan program pencegahan dan pemberantasan narkoba akan terus dilakukan melalui sosialisasi, pengawasan, serta penegakan hukum secara berkelanjutan.(DW)

 

TERKAIT