SAPTA RASA Hadir di ARYADUTA Pekanbaru, Sajikan Kuliner Nusantara dengan Sentuhan Modern

PEKANBARU— Aroma kaldu rempah menyeruak dari dapur ARYADUTA Pekanbaru siang itu. Di atas meja saji, semangkuk sop buntut dengan kuah bening kecokelatan mengepul hangat. Potongan buntut sapi tampak empuk, disandingkan dengan irisan wortel, kentang, dan taburan bawang goreng yang menggoda selera.

Hotel yang berada di pusat Kota Pekanbaru itu tengah memperkenalkan SAPTA RASA, program kuliner nasional dari ARYADUTA Group yang mengangkat ragam cita rasa Nusantara dalam kemasan modern. Melalui program ini, ARYADUTA Pekanbaru mencoba menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga membawa cerita tentang kekayaan kuliner Indonesia.

IMG-20260527-WA0007.jpg

Chef Sanusi, perwakilan tim dapur, mengatakan setiap menu dalam SAPTA RASA dirancang untuk mempertahankan karakter autentik masakan daerah tanpa meninggalkan sentuhan kontemporer.

“Konsepnya bagaimana tamu bisa menikmati rasa Indonesia yang familiar, tetapi tetap terasa eksklusif,” ujar Sanusi dalam peluncuran program tersebut, Selasa, 29 April 2026.

Salah satu menu andalan yang paling menyita perhatian adalah Sop Buntut APK. Hidangan ini menggunakan buntut sapi pilihan yang dimasak perlahan hingga teksturnya lembut. Kuah kaldunya kaya rempah, menghadirkan rasa gurih yang hangat di lidah. Menu tersebut dibanderol Rp179 ribu per porsi.

Selain sop buntut, ada pula Dendeng Batokok yang menjadi representasi kuat kuliner Minangkabau. Daging sapi dipukul hingga pipih sebelum dibakar dan disiram sambal merah pedas. Aroma cabai dan bawang yang berpadu dengan gurihnya daging menghadirkan sensasi rasa khas rumah makan Sumatera Barat.

Menu ini dijual Rp120 ribu dan menjadi salah satu pilihan favorit bagi pencinta makanan bercita rasa kuat.

Bagi tamu yang ingin menikmati kudapan ringan, Martabak Mesir menjadi alternatif menarik. Kulit martabak yang renyah membungkus isian daging berbumbu kari dengan rasa gurih yang dominan. Sajian seharga Rp59 ribu ini cocok disantap sebagai pembuka maupun teman bersantai pada sore hari.

Tak hanya makanan, SAPTA RASA juga menghadirkan deretan minuman signature yang diracik khusus oleh tim Food and Beverage.

Capucino Ginger, misalnya, memadukan espresso dan susu dengan sentuhan jahe hangat. Kombinasi rasa pahit kopi dan sensasi rempah menghasilkan minuman yang terasa unik sekaligus menenangkan.

Sementara itu, Blue Sunrise Lagoon tampil mencolok dengan gradasi warna biru cerah. Minuman seharga Rp52 ribu nett tersebut menawarkan rasa buah yang ringan dan segar, cocok dinikmati di tengah cuaca panas Kota Pekanbaru.

Ada pula Es Laksamana Mengamuk, minuman tradisional khas Melayu yang diolah dengan pendekatan modern. Potongan buah kuini berpadu dengan santan dan es menghadirkan rasa manis segar yang lekat dengan budaya Melayu Riau.

Melalui SAPTA RASA, ARYADUTA Pekanbaru mencoba memperluas pengalaman tamu hotel lewat eksplorasi kuliner lokal dan nasional. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi hotel sebagai salah satu destinasi kuliner di Pekanbaru.

Konsep “Taste of Indonesia, Elevated” yang diusung ARYADUTA Group tampak tidak sekadar slogan. Setiap sajian dalam SAPTA RASA dirancang untuk menghadirkan rasa yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, namun dengan penyajian yang lebih elegan dan modern.

IMG-20260527-WA0005.jpg

Di tengah berkembangnya tren wisata kuliner, pendekatan semacam ini menjadi cara baru bagi industri perhotelan untuk menarik minat tamu. Bukan hanya menawarkan tempat menginap, hotel kini juga berlomba menghadirkan pengalaman rasa yang berkesan.

Bagi pecinta kuliner Nusantara, SAPTA RASA di ARYADUTA Pekanbaru menjadi ruang untuk menikmati kembali kekayaan rasa Indonesia dalam suasana hotel berbintang yang hangat dan modern.(MR)

TERKAIT