Karhutla Rokan Hilir Capai 44 Hektare, Manggala Agni Tambah Personel untuk Padamkan Api

RIAU – Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Hingga Minggu(31/05) pukul 17.00 WIB, beberapa titik kebakaran menunjukkan perkembangan positif, meski sebagian lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman di Kecamatan Pasir Limau Kapas telah dinyatakan selesai setelah berlangsung selama lima hari.

"Lokasi pemadaman di Pasir Limau Kapas yang ditangani Manggala Agni Daops III Labuhanbatu Selatan telah dinyatakan padam. Hingga siang tadi, tim masih melaksanakan *mopping up* terakhir dan pengecekan ulang mengelilingi area kebakaran untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa," kata Ferdian dalam laporan perkembangan penanganan karhutla, Minggu(31/05).

Menurut dia, setelah seluruh area dipastikan aman, personel bantuan kendali operasi (BKO) telah kembali ke markas untuk bersiaga menghadapi potensi kejadian berikutnya.

Sementara itu, upaya pemadaman masih berlangsung di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. Operasi dilakukan oleh Manggala Agni Daops V Dumai. Kondisi cuaca berupa angin cukup kencang pada siang hari menyebabkan asap menjadi lebih pekat dan menyulitkan proses pemadaman.

"Di Rantau Bais, kondisi siang tadi cukup menantang karena angin bertiup cukup kencang sehingga asap menjadi sangat pekat. Besok pagi kami akan menambah personel dengan mempertimbangkan luas area yang terbakar dan ketersediaan sumber air yang masih memungkinkan untuk mendukung pemadaman," ujar Ferdian.

Ia menambahkan, luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut sementara diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare.

Di Desa Sokoi, Kabupaten Pelalawan, tim Manggala Agni Daops Rengat masih melanjutkan upaya pemadaman pada lahan gambut yang didominasi vegetasi pakis-pakisan dan semak belukar.

"Hujan ringan sempat turun sekitar 30 menit pada siang hari, tetapi belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi kebakaran. Karena itu, tim akan melanjutkan operasi pemadaman besok," kata Ferdian.

Sementara di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, operasi pemadaman telah memasuki hari kelima. Pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops IV Pekanbaru.

"Kondisi di Kandis terus membaik, namun pemadaman masih perlu dilanjutkan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar terkendali. Besok pagi juga akan dilakukan pergantian personel untuk menjaga stamina dan efektivitas tim di lapangan," ujarnya.

Ferdian menjelaskan, petugas masih menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama karakteristik lahan gambut yang memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan tanah. Selain itu, kondisi cuaca dan vegetasi yang mudah terbakar turut memengaruhi proses pemadaman.

"Kami mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proses penanganan karhutla di berbagai lokasi ini dapat berjalan lancar dan seluruh titik kebakaran segera dapat dipadamkan sepenuhnya," tutur Ferdian.(DI)

 

TERKAIT