Tinjau Lapas Bagansiapiapi, Mahasiswa ITR Dukung Program Kemandirian Warga Binaan

ROHIL— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menerima kunjungan Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Teknologi Rokan Hilir (ITR), Egi Febrian, bersama sejumlah mahasiswa, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang pembinaan warga binaan.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik. Dalam pertemuan yang berlangsung santai, kedua belah pihak membahas sejumlah rencana kolaborasi, khususnya penguatan program kemandirian bagi warga binaan.

Agus Imam Taufik menjelaskan, saat masih menempati gedung lama, Lapas Bagansiapiapi menghadapi persoalan kelebihan kapasitas yang berdampak pada keterbatasan fasilitas pembinaan. Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembinaan belum dapat berjalan secara optimal.

Menurut dia, kepindahan ke gedung baru di Ujung Tanjung menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan, baik dari sisi sarana maupun pelaksanaan program.

"Fokus utama kami di fasilitas yang baru adalah mengoptimalkan program pembinaan agar warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat," ujar Agus.

Menanggapi hal itu, Presiden Mahasiswa ITR, Egi Febrian, menyatakan dukungannya terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas. Ia menilai peningkatan keterampilan masyarakat, termasuk warga binaan, merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi risiko tindak kriminal akibat minimnya kesempatan kerja.

Egi mengatakan, kunjungan tersebut juga bertujuan menawarkan kerja sama melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di bidang agropertanian.

"Melalui program KKN, kami ingin memberikan pelatihan budidaya pertanian dan penyuluhan kepada warga binaan sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana," katanya.

Kalapas menyambut positif usulan tersebut dan menilai keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian di lingkungan Lapas.

Usai berdiskusi, rombongan mahasiswa mendapat kesempatan meninjau sejumlah fasilitas pembinaan di dalam Lapas. Kunjungan tersebut didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Sigit Pramono, yang mewakili Kalapas.

Mahasiswa melihat secara langsung area pembinaan pertanian, kegiatan kerja, serta program pembinaan keagamaan yang diikuti warga binaan.

Kunjungan diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjalin sinergi dalam mendukung program pembinaan kemandirian. Lapas Bagansiapiapi dan Institut Teknologi Rokan Hilir berharap kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan keterampilan warga binaan dan mendukung proses reintegrasi sosial setelah bebas.(Zal)

 

TERKAIT