Perkuat Keamanan, Ka. KPLP Lapas Bagansiapiapi Ingatkan WBP Jauhi Halinar
Halinar merupakan istilah yang merujuk pada penggunaan handphone, pungutan liar, dan narkoba. Prima menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan hal tersebut.
"Fokus utama kita adalah keamanan bersama. Saya tegaskan, tidak ada toleransi untuk Halinar. Siapa pun yang nekat melanggar, sanksi tegas sudah menanti," kata Prima di hadapan warga binaan.Pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran Lapas Bagansiapiapi memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan. Prima yang sekitar satu setengah bulan menjalankan tugas sebagai Ka. KPLP menyampaikan arahan secara langsung kepada warga binaan.
Dalam pertemuan itu, ia tidak hanya membahas persoalan keamanan. Prima juga mengingatkan WBP mengenai pentingnya menjaga perilaku selama menjalani masa pidana, terutama bagi mereka yang ingin memperoleh hak integrasi sesuai ketentuan yang berlaku.Hak integrasi yang disampaikan dalam pengarahan tersebut antara lain Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat. Prima menjelaskan bahwa perilaku dan kepatuhan warga binaan selama berada di lapas menjadi bagian penting dalam proses pengusulan hak tersebut.
Karena itu, WBP diminta menaati peraturan, menghindari pelanggaran, dan tidak terlibat konflik di lingkungan lapas. Catatan pelanggaran dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pengusulan hak integrasi.Prima meminta warga binaan tidak melihat tata tertib semata sebagai aturan yang harus dipatuhi, tetapi sebagai bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
"Ingat, hak integrasi itu bukan sekadar formalitas, tapi wujud apresiasi atas perubahan perilaku kawan-kawan selama di sini. Jaga diri, jaga kebersamaan, dan bantu kami menjaga lapas ini tetap aman," ujarnya.Ia juga mengajak warga binaan menjaga hubungan baik dan menciptakan lingkungan hunian yang kondusif. Menurut dia, kondisi keamanan yang terjaga akan membantu pelaksanaan pembinaan berjalan dengan baik.
Pengarahan tersebut turut didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Islam Prayangono.Kehadiran jajaran Bimkemaswat dalam kegiatan itu menunjukkan koordinasi antara aspek pengamanan dan pembinaan. Kedua fungsi tersebut berjalan beriringan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Bagansiapiapi.
Jajaran Lapas Bagansiapiapi berharap komunikasi langsung dengan warga binaan dapat memperkuat kesadaran untuk mematuhi tata tertib. WBP juga diharapkan mengikuti program pembinaan dan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan lapas.Dengan lingkungan yang aman dan kondusif, proses pembinaan dapat berlangsung secara lebih tertib. Bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan, proses pengusulan hak integrasi juga dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengarahan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi petugas untuk menyampaikan secara langsung batasan dan tanggung jawab warga binaan selama menjalani masa pidana di Lapas Bagansiapiapi. (zal)










Tulis Komentar