Karhutla Rimbo Panjang Kampar Memasuki Hari Kedua, Tim Gabungan Terus Padamkan Api

KAMPAR — Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, pada Jumat, 11 September 2026. Operasi memasuki hari kedua dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang.

Kebakaran terjadi di Jalan UKA, Dusun II, RT/RW 001/002. Api membakar sekitar tiga hektare semak belukar yang berada di atas lahan gambut dengan ketebalan sekitar satu meter.

Operasi berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 12 kilometer dari Markas Polsek Tambang.

Menurut data di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan yang diklaim masyarakat. Identitas pemilik lahan masih dalam penyelidikan.

Sebanyak 70 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas 41 personel Polri, delapan personel TNI, 11 personel BPBD, dan 10 personel Manggala Agni.

Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, para pejabat utama Polres Kampar, serta Kapolsek Tambang turut terlibat dalam operasi pemadaman.

Tim membawa 13 kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua. Peralatan yang digunakan antara lain mesin pemadam, selang berbagai ukuran, 14 nozzle jarum, lima unit Mini Strike Manggala Agni, dua unit GS Power, satu ekskavator, serta dua embung terpal.

Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air. Tim memanfaatkan parit yang berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kebakaran dan pasokan air dari mobil tangki milik HKI.

Boby mengatakan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski api di permukaan telah padam.

Untuk mempercepat pemadaman, petugas membangun empat embung di sekitar lokasi. Tim juga membuat sekat api untuk mencegah penjalaran kebakaran serta memadamkan titik api satu per satu.“Kita tidak boleh menyerah. Lahan gambut ini bisa menyimpan bara di kedalaman tanah dan menyala kembali kapan saja. Kita harus memastikan setiap jengkal tanah benar-benar dingin,” kata Boby di lokasi kebakaran.

Hingga pukul 17.30 WIB, sebagian besar area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan sisa asap di sejumlah titik.

Karena itu, personel tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan pendinginan lanjutan. Operasi akan diteruskan pada hari berikutnya sampai lokasi dinyatakan aman dari potensi munculnya kembali api.

Polres Kampar mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran melalui layanan kepolisian 110.(DW)



 

TERKAIT