Bupati Inhu Ajak Santri dan Pemuda Perangi Narkoba dalam Peringatan Hari Santri
INHU — Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, mengajak santri dan pemuda berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkoba. Ia meminta generasi muda berani menolak narkoba dan berbagai ajakan yang dapat merusak masa depan.
Pesan itu disampaikan Ade saat memimpin peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Inhu di halaman Kantor Bupati, Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Inhu.

“Beranilah mengatakan tidak terhadap narkoba, beranilah menolak ajakan yang dapat merusak masa depan, dan jangan pernah sia-siakan masa muda kalian hanya demi kesenangan sesaat,” kata Ade dalam amanatnya.
Menurut Ade, persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak orang tua, guru, dan pemangku kepentingan bersama-sama membina serta melindungi generasi muda.

Ade juga mengaitkan peringatan Hari Santri Nasional dengan Hari Sumpah Pemuda. Menurut dia, santri dan pemuda memiliki peran yang saling berkaitan dalam menjaga nilai keagamaan, memperkuat persatuan, dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
“Jika pemuda adalah agen perubahan, maka santri adalah generasi yang insyaallah memiliki visi serta kesiapan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Peringatan tahun ini mengangkat tema Hari Santri Nasional, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, serta tema Hari Sumpah Pemuda, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Ade mengatakan peringatan kedua momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Inhu Hendrizal, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Riau Muhammad Mursyid, pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian, serta para ulama dan pimpinan pondok pesantren.

Rangkaian acara diawali dengan pawai defile santri dari sejumlah pondok pesantren. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Resolusi Jihad, ikrar santri Indonesia, dan teks Sumpah Pemuda.
Dalam acara tersebut, PT Taspen menyerahkan satu unit ambulans beserta perlengkapannya kepada Pemerintah Kabupaten Inhu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Pemerintah kabupaten juga menandatangani nota kesepahaman mengenai peningkatan layanan Taspen dan program Taspen Group bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah.
Selain itu, Kapolres Inhu menyerahkan bibit tanaman sebanyak 23 batang kepada masing-masing pimpinan pondok pesantren. Panitia juga mengumumkan pemenang lomba Musabaqah Qiroatil Kutub, Fahmil Qur’an, dan hadroh antarpesantren se-Kabupaten Inhu.
Acara ditutup dengan penampilan berkuda dari Pondok Pesantren Khairul Ummah, Kecamatan Pasir Penyu. Ade berharap santri dan pemuda dapat berjalan beriringan dalam menjaga nilai moral dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.
“Pemuda sejati tidak menunggu perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan,” kata Ade. (Adv)










Tulis Komentar