Tekan Balap Liar, Wali Kota Pekanbaru Dorong Balap Motor Digelar Tiga Kali Setahun
PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong kejuaraan balap motor digelar sedikitnya tiga kali dalam setahun. Selain menjadi wadah bagi pembalap dan komunitas otomotif untuk berkompetisi secara resmi, agenda tersebut diharapkan dapat menekan aksi balap liar di jalan raya.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan rencana itu saat menghadiri hari terakhir Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru di Sirkuit Non-Permanen (NP), Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Minggu(23/09).
Agung mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru akan membahas penyelenggaraan kejuaraan secara berkala bersama Polresta Pekanbaru. Ia juga meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pekanbaru mulai menyiapkan agenda tersebut.

Menurut Agung, penyelenggaraan balap secara resmi dapat menjadi salah satu cara mengarahkan aktivitas pembalap ke lintasan yang aman dan legal.
"Event ini sangat mendukung agar bagaimana balapan motor atau balapan liar yang ada di Kota Pekanbaru sudah tidak ada lagi atau menekan balapan liar," kata Agung.
Agung juga berharap Pekanbaru dapat menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor berskala nasional. Menurut dia, keberadaan Sirkuit NP dapat menjadi modal untuk mengembangkan olahraga otomotif sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Mudah-mudahan kita bisa membawa tentunya balapan-balapan nasional untuk hadir di sirkuit yang cukup permanen ini. Mudah-mudahan juga akan menimbulkan dan menumbuhkan perekonomian di Kota Pekanbaru," ujarnya.
Kejuaraan Piala Wali Kota Pekanbaru berlangsung pada 22-23 Agustus 2026. Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendorong agar kegiatan tersebut memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekitar 200 peserta mengikuti kejuaraan itu dengan total 400 starter. Jumlah tersebut belum termasuk mekanik, official, komunitas otomotif, dan penonton yang datang ke lokasi perlombaan.
"Balapan ini sengaja kita selenggarakan untuk bagaimana tidak hanya tentang balapan motor, tapi juga menghidupkan pelaku UMKM agar bagaimana UMKM tumbuh kembang di Kota Pekanbaru," kata Agung.
Selain perlombaan, panitia menggelar penggalangan donasi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam. Hingga Ahad siang, dana yang terkumpul sekitar Rp120 juta.
Agung berharap donasi tersebut terus bertambah hingga mencapai Rp500 juta.
Kejuaraan itu juga menjadi ajang nostalgia bagi Agung. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia mengaku pernah menjadi pembalap.
Mengenakan helm dan wearpack serta menunggu lampu start menyala menjadi bagian dari pengalaman yang kembali ia rasakan dalam kejuaraan tersebut.
"Hari ini terasa sangat berbeda bagi saya karena ini adalah hari yang sangat istimewa. Karena sebelum saya menjadi wali kota, ini ibarat saya kembali nostalgia," ucapnya.
Ia mengatakan kejuaraan tersebut menjadi momentum untuk mengenang masa lalu bersama para senior di dunia balap.
"Tentu ini merupakan bagian nostalgia kami bersama para seluruh senior. Dan hari ini saya walaupun sudah menjadi wali kota, tapi hati saya tetap seperti menjadi pembalap," kata Agung.
Kejuaraan Piala Wali Kota Pekanbaru diikuti pembalap dari sejumlah daerah di Sumatera, di antaranya Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.
Sebanyak 15 kategori dipertandingkan, terdiri atas empat kelas utama dan 11 kelas supporting.
Pembalap asal Bukittinggi, Sumatera Barat, Ardia Farel Ramadhan, menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian. Ia menjuarai kelas Bebek Standard U-23 setelah bersaing ketat hingga lap terakhir.
Ardia sempat kehilangan posisi menjelang akhir balapan. Namun, ia berhasil melakukan overtaking dan kembali merebut posisi terdepan pada lap terakhir.
"Ya alhamdulillah, bisa mendapati podium pertama. Tadi itu sempat lap-lap terakhir terkena potong di air terakhir. Alhamdulillahnya saya bisa kembali menyalip di air terakhir," kata Ardia.
Menurut Ardia, karakter Sirkuit NP cukup nyaman untuk perlombaan. Ia menilai kondisi aspal mendukung pembalap melakukan manuver, terutama saat memasuki tikungan dan chicane.
"Untuk layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering sama chicanes-nya bagus. Cuaca bagus," ujarnya.
Ardia berharap kejuaraan balap motor di Pekanbaru tidak berhenti pada satu seri. Ia berharap pemerintah kota merealisasikan rencana menggelar perlombaan secara berkala agar pembalap kembali memiliki wadah untuk berkompetisi.
"Semoga masih ada seri berikutnya untuk event di sini lagi," katanya.(Adv)










Tulis Komentar