Ruang Belajar Lentera Asa, Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi Antusias Belajar Sejarah

ROHIL — Sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) usia produktif mengikuti pembelajaran sejarah di Ruang Belajar Lentera Asa, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi, Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Para peserta mengikuti pelajaran dengan mengenakan seragam. Mereka menyimak penjelasan pengajar di depan kelas dan terlibat dalam diskusi. Pembelajaran tersebut didampingi peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan yang telah bertugas di Lapas Bagansiapiapi selama tiga bulan terakhir.

Lapas Bagansiapiapi menyediakan Ruang Belajar Lentera Asa di dalam lingkungan lapas untuk mendukung kegiatan pendidikan kesetaraan. Program ini ditujukan bagi warga binaan usia produktif agar mereka memperoleh akses pendidikan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, mengatakan pembelajaran sejarah tidak semata-mata ditujukan untuk membantu warga binaan memperoleh ijazah kesetaraan. Menurut dia, materi tersebut juga diharapkan memperluas wawasan kebangsaan dan memperkuat karakter peserta didik.

“Melalui materi sejarah di Ruang Belajar Lentera Asa ini, kami ingin para WBP usia produktif tidak hanya mengejar ijazah kesetaraan, tetapi juga semakin kuat wawasan kebangsaan dan karakternya,” kata Agus.

Kegiatan belajar mengajar itu menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam pemenuhan hak dasar pendidikan bagi warga binaan.

Melalui program tersebut, lapas berupaya membekali warga binaan dengan pengetahuan dan pendidikan yang dapat mendukung proses reintegrasi mereka ketika kembali ke masyarakat. (Zal)

 

TERKAIT